KBG Sto. Yohanes Pembaptis - Doa komunitas menjadi salah satu kegiatan penting untuk bisa mempererat persaudaraan dan iman umat katolik. Hal tersebut juga terlihat dalam kegiatan Doa Komunitas Santo Yohanes Pembaptis, ketika anggota komunitas berkumpul bersama dalam suasana yang sederhana, kusyhuk, dan penuh kebersamaan.
Kegiatan doa ini menjadi kesempatan bagi setiap anggota untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, mendengarkan sabda-Nya, serta saling menguatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sharing Injil 4 Langkah
Dalam rangkaian doa ini diawali dengan sharing injil 4 langkah, mulai dari lagu pembuka. Lagu dinyanyikan bersama sebagai bentuk persiapan hati sebelum memasuki suasana doa. Setelah itu dilanjutkan dengan memberikan penghormatan kepada sang sabda (kitab suci) sebagai sumber pengharapan dan kekuatan kita.
Setelah penghormatan sabda selesai, pemandu akan mempersilahkan salah satu umat untuk Doa Mengundang Tuhan untuk hadir ditengah-tengah umat. Melalui doa ini, seluruh anggota diajak untuk meninggalkan sejenak kesibukan dan persoalan pribadi, kemudian memusatkan hati dan pikiran kepada Tuhan.
Setelah itu pemandu akan menyebutkan injil yang akan dibacakan, penyebutan ini dilakukan berulang kali agar setiap umat yang hadir dipastikan menemukan injil yang akan dibacakan. Setelah bacaan ditemukan, pemandu mempersilahkan umat untuk membacakan injil tersebut dengan suara yang lantang, tidak terburu-buru, jelas, dan tetap dalam suasana doa.
Setelah injil dibacakan oleh umat, pemandu akan mempersilahkan umat untuk membacakan injil lagi jika ada versi yang berbeda (bahasa daerah, terjemahan yang lain, bahasa inggris, dan lain sebagainya). Jika tidak ada pemandu akan membacakan injil sekali lagi.
Apabila injil sudah dibacakan ulang oleh pemandu, selanjutnya pemandu akan mengajak umat untuk hening sejenak agar bacaan yang tadi sudah kita dengarkan semakin meresap kedalam hati dan pikiran kita.
Selanjutnya pemandu akan mempersilahkan umat untuk menyebutkan satu kata atau kalimat didalam bacaan yang sudah didengarkan tadi sebanyak tiga kali dengan jeda diantara kata yang disebutkan, jelas, dan tetap dalam suasana doa.
Misalnya bacaan dari doa komunitas santo yohanes pembaptis pada tanggal 12 agustus 2026, Injil Matius 18:15-20, yaitu:
...
Tegorlah dia
...
Tegorlah dia
...
Tegorlah dia
...
Setelah menyebutkan kata dalam injil yang sudah dibacakan dan didengarkan, pemandu akan mengajak umat untuk bisa hening serta kembali masuk dalam suasana doa. Agar Sabda Tuhan yang baru saja kita baca tadi, berbicara kepada kita semua dalam keheningan. Kita membiarkan Sabda masuk dan tinggal didalam hati kita, agar kita dapat menjadi pendengar dan pelaksana sabda dalam kehidupan kita sehati-hari.
Setelah hening, dilanjutkan penyampaian informasi dari ketua kelompok untuk menyampaikan beberapa pengumuman, kegiatan, atau tugas kelompok di gereja dalam beberapa waktu kedepan. Misal ada pertemuan, tugas koor, serta kegiatan terkait program kerja yang akan dijalankan.
Jika ada tugas koor, maka ketua kelompok akan meminta dari sie liturgi kbg untuk bisa memandu terkait lagu-lagu apa saja yang akan dipelajari. Lalu jika ada kegiatan atau program kerja yang akan dijalankan, ketua kelompok dan seluruh anggota kelompok merencanakan apa yang harus dilakukan mulai dari persiapan sampai dengan eksekusinya.
Setelah pengumuman selesai, sharing injil 4 langkah diakhiri dengan doa spontan dari masing-masing anggota kelompok. Doa ini disampaikan secara bergiliran oleh semua umat yang hadir dalam doa komunitas santo yohanes pembaptis. Lalu dilanjutkan dengan lagu penutup.
Penutup
Melalui Doa Komunitas Santo Yohanes Pembaptis, umat diajak untuk semakin dekat dengan Tuhan sekaligus memperkuat persaudaraan. Kesederhanaan dalam berkumpul, mendengarkan sabda Tuhan, merenungkan firman, dan berdoa bersama menjadi pengalaman iman yang bermakna bagi seluruh anggota komunitas.


